Dear All,
Setelah melalui pemikiran panjang dan sholat Istikharah selama 3 malam berturut-turut, saya dan istri berketetapan untuk menjadi Full TDA. Kemarin tanggal 23 November 2009, saya memajukan diri untuk mundur dari perusahaan tempat saya berkerja, yang selama 6 tahun ini telah memberikan banyak fasilitas dan gaji yang cukup lumayan untuk ukuran saya. Bismillah, saya ucapkan dalam hati, pada saat saya maju ke direksi untuk menyerahkan surat pemajuan diri saya. Dalam surat tersebut saya efektif resign tanggal 30 Desember 2009, jadi masih 1 bulan perusahaan bisa mencari pengganti saya.
Planning saya setelah full TDA, saya akan lebih banyak bersilaturahmi dan belajar dengan teman-teman semua. Silahturahmi bawa rejeki, itulah yang akan saya kejar setelah tidak lagi menjadi orang kantoran. Untuk sementara saya akan berkantor dirumah, saya dan istri saat ini sedang menyulap ruang tamu kami menjadi ruang kantor yang cukup representatif.
Terimakasih juga untuk teman-teman MM Bekasi II (Pak Irwan, Boss Aif, Ihim, Pak/Bu Tris, Bu Endang, Bu Evi Yos)yang telah memberikan support kepada saya dalam mengambil keputusan ini. Tanpa support mereka tidak mungkin saya berani mengambil keputusan besar ini.
Memang benar Full TDA bukan tujuan utama tetapi excess dari bisnis yang saya jalankan, saya pikir sudah tidak mungkin lagi saya berada di dua kaki, apalagi dengan target bisnis yang saya buat tahun depan rasanya tidak adil buat perusahaan untuk menggaji saya padahal hati saya sudah tidak lagi berada diperusahaan tersebut.
Mohon doa restu teman-teman semua, semoga keputusan yang saya ambil membawa berkah bagi saya dan keluarga,amin.
Tks
Brgds
Imansyah Sutrisno
http://wulandarispa.com
http://iman-ss.blogspot.com
Teman Perjuangan Tda Joglo " Full TDA"
November 24, 2009
Diposting oleh
trimuriana
di
10:16
0
komentar
Link ke posting ini
Label: Revolusi
Kesibukan yang mengasyikkan
Maret 18, 2009Bulan maret adalah bulan yang paling sibuk kayaknya.
bulan persiapan POPDA pelajar, OOSN SMA, Porseni SD,SMP,SMA.
bingung juga kenapa ya unutk masalh yang satu ini gak ada habisnya.
dengan melihat senyum mereka, apalagi keberhjasilan juara meraka tidak ada duanya...
terus semangat......
apaun yang kita keluarkan baik atau buruk akan kemabli lagi ke kita.
Hidup banyak pilihan...
mau pilih yang mana kita....

bulan persiapan POPDA pelajar, OOSN SMA, Porseni SD,SMP,SMA.
bingung juga kenapa ya unutk masalh yang satu ini gak ada habisnya.
dengan melihat senyum mereka, apalagi keberhjasilan juara meraka tidak ada duanya...
terus semangat......
apaun yang kita keluarkan baik atau buruk akan kemabli lagi ke kita.
Hidup banyak pilihan...
mau pilih yang mana kita....

Diposting oleh
trimuriana
di
13:26
0
komentar
Link ke posting ini
Siap Menuju Miald TDA3
Februari 21, 2009putar sana puter sini cari strategi yang pas dan enak menuju ke Milad Tda 3. Naik apa...., hari kapan, mau bareng tda joglo bnayak yang berangkat sendiri-sendirti...
mau ngirit naik ekonomi.... mau nyantai naik bisnis mau nyaman eksekutif...
masih muter....

mau ngirit naik ekonomi.... mau nyantai naik bisnis mau nyaman eksekutif...
masih muter....

Diposting oleh
trimuriana
di
12:24
0
komentar
Link ke posting ini
Teguran Keras bagi diri sendiri
Februari 14, 2009Pagi ini seperti biasanya saya melakukan aktivitas di kantor, maklum seperti
biasanya saya harus datang tepat waktu agar tidak telat. Belum lama saya duduk
tiba-tiba seorang rekan kerja memanggil saya, "dib, di ruang tamu ada seorang
tamu yang sedang menunggu dan mencari kamu tuh dib". Saya terus terang kaget
karena pagi-pagi sekali sudah ada tamu datang, akhirnya tanpa menunggu waktu
yang lama saya segera menuju ruang tamu untuk menemui tamu tersebut.
Dan
betapa kagetnya saya, ternyata tamu yang datang hari ini orangnya sudah sangat
saya kenal, dia seorang pria berumur 45 tahun, karena saya sudah mengenal tamu
tersebut, maka saya betul-betul ketakutan, jantung berdetak keras, keluar
keringat dingin dan lutut susah sekali digerakkan. Seperti yang sudah saya duga
tamu tersebut tanpa basa-basi langsung nerocos dan menceramahi saya, "adib
gimana sih kamu ini !!!, hari gini masih saja merasa nyaman, hari gini masih
berada di zona nyaman, hari gini kamu masih belum banyak take action !!!, apa
sih hambatan kamu dib !!!, setengah marah tamu tersebut memberikan teguran keras
kepada saya.
Kemudian tamu tersebut masih saja menerocos, "dib segera
hilangkan blocking mental, segera jauhi gengsi !!!, posisikan kamu menuju zona
tantangan dan buat zona nyaman yang baru, belum saatnya kamu saat ini menikmati
madunya kerja keras, ingat kamu belum optimal dalam kerja keras, kamu belum
maksimal dalam bekerja cerdas dan kamu belum sepenuhnya ikhlas mencintai
pekerjaan kamu !!!". Dan yang membuat nyali saya semakin menciut adalah ketika
pria berumur 45 tahun ini menatap saya dengan sorot mata yang sangat tajam
sambil dia mengatakan bahwa saya harus membuktikan diri, bahwa saya adalah
seorang pemenang bukan seorang pecundang.
Terakhir yang membuat saya
hampir pingsan adalah tiba-tiba tamu tersebut menghilang dari pandangan saya dan
saya tersadar bahwa ternyata saat ini saya sedang duduk di meja kerja saya, ya
saya sangat mengenal siapa tamu tersebut, karena tamu yang telah datang tadi
adalah diri saya sendiri yang datang dari masa depan saat saya berumur 45 tahun,
ternyata tamu yang datang dari masa depan itu berasal dari imajjinasi saya yang
menegur dan mengingatkan secara keras bahwa saya harus take action untuk bisa
mewujudkan mimpi-mimpi saya di masa yang akan datang, dia menggambarkan 10 tahun
yang akan datang saya akan menjadi siapa ???, jawabannya adalah tergantung dari
apa saja action-action yang sudah saya lakukan di masa sekarang, akhirnya saya
menangis dan beristighfar lagi-lagi saya sudah mensia-siakan waktu sebagai
satu-satunya modal berharga yang sudah diberikan oleh Tuhan pencipta alam
semesta ini kepada saya.
Salam Sukses,
Adib Munajib
www.adibmunajib.blogspot.com
Perjalanan
menuju kota Tegal
biasanya saya harus datang tepat waktu agar tidak telat. Belum lama saya duduk
tiba-tiba seorang rekan kerja memanggil saya, "dib, di ruang tamu ada seorang
tamu yang sedang menunggu dan mencari kamu tuh dib". Saya terus terang kaget
karena pagi-pagi sekali sudah ada tamu datang, akhirnya tanpa menunggu waktu
yang lama saya segera menuju ruang tamu untuk menemui tamu tersebut.
Dan
betapa kagetnya saya, ternyata tamu yang datang hari ini orangnya sudah sangat
saya kenal, dia seorang pria berumur 45 tahun, karena saya sudah mengenal tamu
tersebut, maka saya betul-betul ketakutan, jantung berdetak keras, keluar
keringat dingin dan lutut susah sekali digerakkan. Seperti yang sudah saya duga
tamu tersebut tanpa basa-basi langsung nerocos dan menceramahi saya, "adib
gimana sih kamu ini !!!, hari gini masih saja merasa nyaman, hari gini masih
berada di zona nyaman, hari gini kamu masih belum banyak take action !!!, apa
sih hambatan kamu dib !!!, setengah marah tamu tersebut memberikan teguran keras
kepada saya.
Kemudian tamu tersebut masih saja menerocos, "dib segera
hilangkan blocking mental, segera jauhi gengsi !!!, posisikan kamu menuju zona
tantangan dan buat zona nyaman yang baru, belum saatnya kamu saat ini menikmati
madunya kerja keras, ingat kamu belum optimal dalam kerja keras, kamu belum
maksimal dalam bekerja cerdas dan kamu belum sepenuhnya ikhlas mencintai
pekerjaan kamu !!!". Dan yang membuat nyali saya semakin menciut adalah ketika
pria berumur 45 tahun ini menatap saya dengan sorot mata yang sangat tajam
sambil dia mengatakan bahwa saya harus membuktikan diri, bahwa saya adalah
seorang pemenang bukan seorang pecundang.
Terakhir yang membuat saya
hampir pingsan adalah tiba-tiba tamu tersebut menghilang dari pandangan saya dan
saya tersadar bahwa ternyata saat ini saya sedang duduk di meja kerja saya, ya
saya sangat mengenal siapa tamu tersebut, karena tamu yang telah datang tadi
adalah diri saya sendiri yang datang dari masa depan saat saya berumur 45 tahun,
ternyata tamu yang datang dari masa depan itu berasal dari imajjinasi saya yang
menegur dan mengingatkan secara keras bahwa saya harus take action untuk bisa
mewujudkan mimpi-mimpi saya di masa yang akan datang, dia menggambarkan 10 tahun
yang akan datang saya akan menjadi siapa ???, jawabannya adalah tergantung dari
apa saja action-action yang sudah saya lakukan di masa sekarang, akhirnya saya
menangis dan beristighfar lagi-lagi saya sudah mensia-siakan waktu sebagai
satu-satunya modal berharga yang sudah diberikan oleh Tuhan pencipta alam
semesta ini kepada saya.
Salam Sukses,
Adib Munajib
www.adibmunajib.blogspot.com
Perjalanan
menuju kota Tegal
Diposting oleh
trimuriana
di
15:27
0
komentar
Link ke posting ini
Label: dream
Empati Panitia Milad 3 TDA
Februari 12, 2009Action Members,
Saya menyaksikan sendiri bagaimana susah payahnya para
panitia di bawah
pimpinan Bu Diah dalam mensukseskan hajat kita bersama
ini.
Sejak awal, Bu Diah telah melakukan road show ke TDA-TDA Wilayah
utk
menginformasikan dan mengundang kehadiran teman-teman di
daerah.
Sebulan terkhir ini, rapat panitia selalu berlangsung maraton
dari pagi
sampai sore di ruang meeting Wisata Makanan JaCC. Yang pasti,
banyak di
antara panitia yang mengorbankan waktu libur dan bersama
keluarganya demi
terselanggaranya acara akbar tahunan TDA ini.
Saya
pun, bersama Pak Iim dan yang lain kerap menemani panitia
untuk
bersilaturahim dan presentasi di hadapan calon pendukung dan
sponsor.
Terakhir, kami bersama-sama bertemu dengan tim dari Kompas.com,
Ustadz Lihan
dan pekan depan dengan Pak Tung.
Di bagian media
relation, Pak Sonny juga tidak kalah sibuknya. Selepas dari
Kompas ia pun
meluncur ke Gedung Bapindo, untuk bertemu dengan konsultan
Asia PR yang akan
membantu mem-PR-kan event ini ke media-media.
Pak Irwan ke mana-mana
membawa proposal karena diamanahi mencari sponsor.
Bahkan, ketika akan hadir
di Kompas.com harus berbalik arah lantaran dicegat
hujan deras.
Bu
Hani dan Bu Siska tidak kalah repotnya. Setiap saat SMS dan
telepon
berdering. Ada yang konfirmasi. Ada juga yang marah-marah, kok
status
pembayarannya belum terdaftar juga.
Yah, kalau mencari
permakluman, rasanya tidak pada tempatnya juga ya. Yang
jelas saya melihat
panitia telah bekerja semaksimal mungkin dengan segala
kemampuannya yang
terbatas. Harap maklum, mereka juga punya bisnis sendiri,
atau bekerja atau
urusan keluarga.
Saya sendiri sangat maklum dengan semua kondisi
keterbatasan ini. Karena
saya menyaksikan sendiri prosesnya.
Saya
harap teman-teman sekalian juga demikian. Lapangkanlah dada dan
luaskanlah
pintu maaf atas segala kekurangan panitia ini.
Kita dukung kesuksesan
hajat bersama ini dengan peran kita masing-masing.
Ada yang membantu dengan
tenaganya, ada yang dengan pikirannya, ada yang
dengan dananya, ada yang
dengan informasi dan akses yang dimilikinya. Bagi
yang tidak terlibat
langsung, paling tidak dengan pengertian, pintu maaf
dan
kesabarannya.
Sekali lagi, TDA hadir, eksis dan tumbuh berkembang untuk
kita semua. Bukan
untuk saya atau segelintir orang. TDA hadir karena memang
memberi manfaat
bagi seluruh anggotanya, tanpa terkecuali. Maka, TDA juga
harus tumbuh dan
eksis karena keberlangsungannya ditopang oleh keterlibatan
seluruh membernya
yang merasa memiliki TDA.
Marilah, kita berempati
dengan segala jerih payah panitia ini. Paling tidak,
kita doakan semoga Bu
Diah cs diberi kesehatan dan kemudahan dalam
menjalankan amanah
ini.
Terima kasih.
--
Wassalam,
Badroni Yuzirman
www.manetvision.com | www.roniyuzirman.com | mail: roniyuzirman@gmail.com |
Y!M:
roniyuzirman | 0812 100 8164
Saya menyaksikan sendiri bagaimana susah payahnya para
panitia di bawah
pimpinan Bu Diah dalam mensukseskan hajat kita bersama
ini.
Sejak awal, Bu Diah telah melakukan road show ke TDA-TDA Wilayah
utk
menginformasikan dan mengundang kehadiran teman-teman di
daerah.
Sebulan terkhir ini, rapat panitia selalu berlangsung maraton
dari pagi
sampai sore di ruang meeting Wisata Makanan JaCC. Yang pasti,
banyak di
antara panitia yang mengorbankan waktu libur dan bersama
keluarganya demi
terselanggaranya acara akbar tahunan TDA ini.
Saya
pun, bersama Pak Iim dan yang lain kerap menemani panitia
untuk
bersilaturahim dan presentasi di hadapan calon pendukung dan
sponsor.
Terakhir, kami bersama-sama bertemu dengan tim dari Kompas.com,
Ustadz Lihan
dan pekan depan dengan Pak Tung.
Di bagian media
relation, Pak Sonny juga tidak kalah sibuknya. Selepas dari
Kompas ia pun
meluncur ke Gedung Bapindo, untuk bertemu dengan konsultan
Asia PR yang akan
membantu mem-PR-kan event ini ke media-media.
Pak Irwan ke mana-mana
membawa proposal karena diamanahi mencari sponsor.
Bahkan, ketika akan hadir
di Kompas.com harus berbalik arah lantaran dicegat
hujan deras.
Bu
Hani dan Bu Siska tidak kalah repotnya. Setiap saat SMS dan
telepon
berdering. Ada yang konfirmasi. Ada juga yang marah-marah, kok
status
pembayarannya belum terdaftar juga.
Yah, kalau mencari
permakluman, rasanya tidak pada tempatnya juga ya. Yang
jelas saya melihat
panitia telah bekerja semaksimal mungkin dengan segala
kemampuannya yang
terbatas. Harap maklum, mereka juga punya bisnis sendiri,
atau bekerja atau
urusan keluarga.
Saya sendiri sangat maklum dengan semua kondisi
keterbatasan ini. Karena
saya menyaksikan sendiri prosesnya.
Saya
harap teman-teman sekalian juga demikian. Lapangkanlah dada dan
luaskanlah
pintu maaf atas segala kekurangan panitia ini.
Kita dukung kesuksesan
hajat bersama ini dengan peran kita masing-masing.
Ada yang membantu dengan
tenaganya, ada yang dengan pikirannya, ada yang
dengan dananya, ada yang
dengan informasi dan akses yang dimilikinya. Bagi
yang tidak terlibat
langsung, paling tidak dengan pengertian, pintu maaf
dan
kesabarannya.
Sekali lagi, TDA hadir, eksis dan tumbuh berkembang untuk
kita semua. Bukan
untuk saya atau segelintir orang. TDA hadir karena memang
memberi manfaat
bagi seluruh anggotanya, tanpa terkecuali. Maka, TDA juga
harus tumbuh dan
eksis karena keberlangsungannya ditopang oleh keterlibatan
seluruh membernya
yang merasa memiliki TDA.
Marilah, kita berempati
dengan segala jerih payah panitia ini. Paling tidak,
kita doakan semoga Bu
Diah cs diberi kesehatan dan kemudahan dalam
menjalankan amanah
ini.
Terima kasih.
--
Wassalam,
Badroni Yuzirman
www.manetvision.com | www.roniyuzirman.com | mail: roniyuzirman@gmail.com |
Y!M:
roniyuzirman | 0812 100 8164
Diposting oleh
trimuriana
di
10:12
0
komentar
Link ke posting ini
hari-hari Flu
alhamdulillah
satu keluarga kena flu, rasa syukur kita karna diberi kelimpahan merasakan usaha untuk menyembuhkan flu ini.
salam sukses
satu keluarga kena flu, rasa syukur kita karna diberi kelimpahan merasakan usaha untuk menyembuhkan flu ini.
salam sukses
Diposting oleh
trimuriana
di
10:08
0
komentar
Link ke posting ini
Capek latihan
Februari 08, 2009minggu yang melelahkan....
Diposting oleh
trimuriana
di
15:06
0
komentar
Link ke posting ini
Langgan:
Entri (Atom)

