Kiat Sukses Andre Wongso

Kiat Sukses Motivator Andrie Wongso

"Itu Bukan Nasib, tapi perjuangan"

"Sukses bukan kebetulan, semua disiapkan dan diperjuangkan.Sukses juga bukan keberuntungan tapi perjuangan. Mau sukses harus terus berjuang. Tak ada kesuksesan yang didapat dengan instan, langsung jadi. Harus berjuang, harus fight. Dan ingat, setelah sukses kita jangan manja"

Ucapan penuh arti tersebut disampaikan oleh Andrie Wongso, motivator ulung yang keberadaannya semakin diperhitungkan menyusul Indonesia dilanda krisis multi dimensional sejak 1997. Bicara soal kesuksesan, pria berusia 50 tahun ini mengaku, merasakan pahit getirnya menapaki kesuksesan. Dilahirkan dari keluarga sederhana, Andrie terpaksa hanya sekolah hingga kelas VI SD karena kota kelahirannya Malang dilanda kekacauan tahun 1965.

"Makanya gelar saya sampai sekarang adalah SDTT (Sekolah Dasar Tidak Tamat). Tapi sejak saya menjalankan komitmen untuk berubah dengan kerja keras, disiplin, dan ulet. Gelar saya jadi SDTT TBS (Tapi Bisa Sukses),' urai Andrie diiringi tepuk tangan sekitar 300 peserta seminar motivasi bertema "Mengembangkan Sikap dan Mental Berwirausaha" yang diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT Koperasi ke-57 Kota Balikpapan di Grand Ballroom Banua Patra, Balikpapan, kemarin.

Kemiskinan yang diderita keluarganya, tak membuat Andrie dan keluarganya menyerah pada nasib. Andrie terpaksa membantu keluarga dengan cara menjajakan pisang goreng, kue serta singkong buatan sang ibu ke pasar. Tahun 1976, bermodal kenekatan dan air kopi satu botol dari sang ibu, dia lantas mencoba peruntungan ke Jakarta. "Waktu di bus, saya berpikir terus apa modal saya untuk hidup. Ijazah nggak punya. Modalnya cuma nekat," cetus pria ahli beladiri kungfu ini.

Pekerjaan pertama yang digeluti adalah sales sabun. Disela-sela kerja untuk mendapat tambahan penghasilan, dia mengajar beladiri kepada anak-anak. Kebetulan waktu itu ditengah booming film kungfu Hongkong. Cita-cita setinggi langit langsung timbul dari benaknya. "Saya harus jadi bintang film kungfu". Namun, cita-cita ini terhambat karena sang ayah meninggal dunia, hingga Andrie harus pulang ke Malang.

Sekembalinya ke Jakarta, pemilik usaha kartu ucapan HArvest ini kembali bekerja sebagai pelayan toko alat-alat listrik. Untuk yang kedua kalinya, keinginan menjadi bintang film laga kembali timbul. Pria yang dimasa mudanya mempunyai postur tubuh dan wajah ideal sebagai bintang film itu lantas keluar kerja dan mengolah tubuh agar keinginannya itu tercapai.

Apa yang diinginkannya akhirnya terwujud. Salah satu perusahaan film di Hongkong tertarik dan mengontraknya selama 3 tahun. Sehabis kontrak tahun 1985, bermodal uang hasil main film, Andrie membuka usaha Harvest. Untuk menjalankan bisnis ini memang tak mudah. Tapi dengan keuletan yang tak henti, bidang usaha yang kala itu baru pertamakali ada di Indonesia itupun sedikit demi sedikit berkembang.

Dari sinilah orang tak hanya kenal dengan produk yang dijual Andrie, sosok pria inipun mulai diundang untuk menjadi motivator, termasuk diantaranya Tim Thomas-Uber Cup serta olimpiade. "Intinya kita jangan terhambat dengan mitos menyesatkan seperti nasib, keturunan, pendidikan, fisik-kesehatan, warna kulit, kelamin,shio/zodiak, waktu lahir ataupun umur.Kekayaan sejati adalah kekayaan mental ditambah kekayaan spiritual", tandasnya.(Jt-1)

Kaltim Post ©100804

Komentar