September 13, 2007

Inspiring Moment

        Banyak cara dilakukan orang untuk menyambut bulan Ramadhan. Ada yang beramai-ramai nyekar di pemakaman, ada yang munggahan di Masjid/Mushola, ada yang outing  di pantai, ada yang mendaki gunung, dan ada juga yang ikutan berbagai seminar. Kalau saya sendiri ikutan mengaji Law of Attraction bersama sang master Trainer E.D.A.N Ikhwan Sopa dan Master NLP Ronny FR. Disebut mengaji karena di acara yang berlangsung pada hari Minggu, 9 September 2007 itu memang berisi kajian mengenai sebuah konsep kuno yang kembali di re-packaging menjadi sebuah konsep yang mudah dipahami oleh orang awam seperti saya. Itulah Law of Attraction (LoA) yang bersumber pada buku The Secret yang merupakan kolaborasi sang pengarang Rhonda Byrne bersama beberapa pakar terkait.
          Acara yang diawali dengan pemutaran film The Secret menghadirkan sebuah pemahaman baru bahwa hidup ini adalah sebuah pilihan. Pilihan untuk bahagia, sedih, kaya, miskin, gagal, sukses yang kemudian secara sadar atau tidak sadar di sampaikan kepada sang Penguasa Alam dan kemudian di respon secara berkelipatan dalam kurun waktu tertentu. Hukum inilah yang disebut hukum tarik menarik atau LoA. Seperti hukum alam lainya, keberadaan LoA tidak bisa disangkal kebenarannya. Tuhan beserta seluruh alam semesta  tidak pernah tidur dan selalu mencatat dan merespon apa yang disampaikan oleh manusia. Tidak peduli itu ungkapan, kesenangan, kesedihan, keputusasaan, semangat, kebahagiaan, syukur dan lain-lain. LoA diibaratkan sebagai sebuah Jin yang akan mengabulkan segala bentuk permintaan yang disampaikan oleh manusia  baik yang baik maupun yang buruk, yang diucapkan secara sadar atau tidak sadar. Sebuah analogi yang sederhana untuk dipahami sehingga membuat saya mulai hari ini akan sangat berhati-hati untuk mengucapkan dan meniatkan sesuatu karena semua itu pasti tercatat dan direspon oleh seluruh alam raya.
          Konsep LoA sebenarnya bukan barang baru karena hal ini telah menjadi pegangan orang-orang besar pada jaman sebelumnya. Dan The Secret pun bukan buku pertama yang membahas kemampuan alam raya dalam mewujudkan apa yang diinginkan oleh manusia. Saya jadi ingat isi novel beraliran New Age yang berjudul The Ten Insight karangan James Redfield yang mengungkap sisi spiritualitas manusia dalam menyelesaikan permasalahan hidup. Tanda-tanda yang ditemui oleh  sang tokoh dalam menemukan manuskrip yang hilang bukan sekedar kebetulan semata namun merupakan petunjuk yang diberikan olem alam semesta. Hal seperti ini juga di alami oleh Santiago dalam Al Chemist karangan Paulo Coelho yang berhasil menemukan teka-teka harta karun di Pyramid Mesir. Santiago mendapatkan wejangan dari sang Al Chemist bahwa ketika engkau memiliki sebuah keinginan, maka seluruh alam semesta akan mendukungmu. Konsep ini pula yang kemudian membuat Fisikawan kita Johanes Surya menulis sebuah konsep Mestakung (semesta mendukung).
          Kelebihan The Secret dalam memaparkan LoA terletak dalam kesederhanaan mengemas langkah-langkah yang diperlukan dalam rangka melibatkan alam semesta mewujudkan segala keinginan kita. Tiga langkah yang menjadi tahapan adalah ask, answer dan receive. Ask  merupakan tahapan dimana  segala bentuk pesan baik yang terucap maupun hanya ada dalam hati akan ditangkap oleh semesta sebagai sebuah permintaan. Mengingat alam raya adalah pihak yang mencatat dan merespon seluruh pesan yang diterima, baik Ronny, Sopa maupun Byrne mengingatkan kita untuk selalu berfikiran positip sehingga menimbulkan vibrasi-vibrasi positip yang akan direspon secara positif pula oleh jagad semesta. Vibrasi positip inilah yang akan menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk mewujudkan kenginan kita. Mengacu pada hukum kekekalan energi, dimana energi tidak dapat dimusnahkan  tapi dapat dikemas dalam  bentuk lain. Tidak heran kalau kita melihat seseorang dengan tangan kosong dapat mematahkan sebatang baja, karena ia memanfaatkan energi yang ada pada dirinya dan diselaraskan dengan kekuatan alam semesta. Hal ini membuat saya terpacu untuk mengoleksi sebanyak mungkin energi positif sebagai pasokan energi untuk mewujudkan cita-cita.
Ronny mengingatkan bahwa perbuatan baik sekecil apapun akan menghasilkan energi positif seperti ucapan terima kasih, mengucapkan salam, membantu orang miskin, menyantuni anak yatim atau hanya sekedar memberikan jalan bagi pengendara yang menyalakan lampu sein. Khrisna Mukti dalam sebuah artikel yang sangat inspiring pernah mengatakan bahwa memberi itu berarti menerima karena cepat atau lambat kita akan menerima balasan dari hasil memberi yang pernah dilakukan sebelumnya
          Tahapan kedua yaitu answer yang merupakan respon dari permintaan yang disampaikan dalam segala bentuk pesan baik yang terucap secara verbal maupun hanya dalm benak kita. Respon yang diberikan bisa saja instant atau juga mengalami delay yang akan nampak dalam wujud yang gamblang maupun hanya sebatas tanda-tanda yang membutuhkan kepekaan rasa untuk menafsirkannya. Keyakinan bahwa apa yang kita pinta akan di respon merupakan faktor yang vital dalam menentukkan respon yang diberikan. Tidak jarang doa kita tidak terkabul karena ada kesangsian dari dalam diri kita sendiri yang mengakibatkan adanya ketidakselarasan antara kita dengan alam karena hukum like attract like akan berlaku di sini. Tuhan adalah persangkaan hambanya
          Tahapan ketiga yaitu receive yang dalam literatur jawa dapat diartikan sebagai nrimo. Menerima segala respon yang diberikan oleh alam dengan kebesaran jiwa. Bisa jadi itu adalah hal yang terbaik buat kita atau dapat juga kita jadikan bahan evaluasi untuk permintaan berikutnya.
Sungguh saya sangat berterima kasih kepada panitia yang telah memberikan kesempatan kepada saya dan ratusan peserta lainnya untuk memperoleh pencerahan dengan harga yang sangat-sangat ekonomis. Coba bayangkan, dengan Rp. 90.000 kami mendapatkan satu buku The Secret, ruangan ber-AC, makan siang dan pembicara luar biasa sekelas Ikhwan Sopa dan Ronny PR. Semoga Allah dan seluruh alam semesta memberikan balasan yang berlipat kepada para paniia. Akhirnya marilah kita manfaatkan vibrasi yang bergetar kencang dalam bulan Ramadhan ini untuk dapat menyelaraskan  frekuensi energi yang kita miliki agar dapat match dengan gelombang energi alam sehingga petunjuk-petunjuk yang pancarkan oleh alam semesta dapat kita tangkap dengan jernih tanpa distorsi.
 
Salam,
 
 
Zainal M. Afandi
 
NB. Postingan dari Milis TCI

Tidak ada komentar: