Februari 14, 2009

Teguran Keras bagi diri sendiri

Pagi ini seperti biasanya saya melakukan aktivitas di kantor, maklum seperti
biasanya saya harus datang tepat waktu agar tidak telat. Belum lama saya duduk
tiba-tiba seorang rekan kerja memanggil saya, "dib, di ruang tamu ada seorang
tamu yang sedang menunggu dan mencari kamu tuh dib". Saya terus terang kaget
karena pagi-pagi sekali sudah ada tamu datang, akhirnya tanpa menunggu waktu
yang lama saya segera menuju ruang tamu untuk menemui tamu tersebut.

Dan
betapa kagetnya saya, ternyata tamu yang datang hari ini orangnya sudah sangat
saya kenal, dia seorang pria berumur 45 tahun, karena saya sudah mengenal tamu
tersebut, maka saya betul-betul ketakutan, jantung berdetak keras, keluar
keringat dingin dan lutut susah sekali digerakkan. Seperti yang sudah saya duga
tamu tersebut tanpa basa-basi langsung nerocos dan menceramahi saya, "adib
gimana sih kamu ini !!!, hari gini masih saja merasa nyaman, hari gini masih
berada di zona nyaman, hari gini kamu masih belum banyak take action !!!, apa
sih hambatan kamu dib !!!, setengah marah tamu tersebut memberikan teguran keras
kepada saya.

Kemudian tamu tersebut masih saja menerocos, "dib segera
hilangkan blocking mental, segera jauhi gengsi !!!, posisikan kamu menuju zona
tantangan dan buat zona nyaman yang baru, belum saatnya kamu saat ini menikmati
madunya kerja keras, ingat kamu belum optimal dalam kerja keras, kamu belum
maksimal dalam bekerja cerdas dan kamu belum sepenuhnya ikhlas mencintai
pekerjaan kamu !!!". Dan yang membuat nyali saya semakin menciut adalah ketika
pria berumur 45 tahun ini menatap saya dengan sorot mata yang sangat tajam
sambil dia mengatakan bahwa saya harus membuktikan diri, bahwa saya adalah
seorang pemenang bukan seorang pecundang.

Terakhir yang membuat saya
hampir pingsan adalah tiba-tiba tamu tersebut menghilang dari pandangan saya dan
saya tersadar bahwa ternyata saat ini saya sedang duduk di meja kerja saya, ya
saya sangat mengenal siapa tamu tersebut, karena tamu yang telah datang tadi
adalah diri saya sendiri yang datang dari masa depan saat saya berumur 45 tahun,
ternyata tamu yang datang dari masa depan itu berasal dari imajjinasi saya yang
menegur dan mengingatkan secara keras bahwa saya harus take action untuk bisa
mewujudkan mimpi-mimpi saya di masa yang akan datang, dia menggambarkan 10 tahun
yang akan datang saya akan menjadi siapa ???, jawabannya adalah tergantung dari
apa saja action-action yang sudah saya lakukan di masa sekarang, akhirnya saya
menangis dan beristighfar lagi-lagi saya sudah mensia-siakan waktu sebagai
satu-satunya modal berharga yang sudah diberikan oleh Tuhan pencipta alam
semesta ini kepada saya.

Salam Sukses,


Adib Munajib
www.adibmunajib.blogspot.com
Perjalanan
menuju kota Tegal

Tidak ada komentar: